Hai! Saya Novel Natalia, seorang mahasiswi semester 4 di STIE Tuah Negeri Dumai yang punya semangat tinggi dalam dunia bisnis. Sejak SMP, saya sudah memulai perjalanan saya sebagai penjual online. Bagi saya, berjualan bukan hanya soal keuntungan, tapi tentang proses belajar, membangun relasi, dan tentunya, kebanggaan menghasilkan uang dari usaha sendiri.
Saya dikenal sebagai pribadi yang ceria dan suka membuat suasana jadi lebih hidup. Tapi di balik keceriaan itu, saya juga sangat terbuka dengan emosi saya—kalau sedang sedih, pasti terlihat. Hobi utama saya? Mencari uang! Saya percaya bahwa kerja keras dan kemandirian finansial itu penting, dan itulah yang membuat saya terus semangat berjualan hingga hari ini.
Selain itu, saya juga punya sisi lain yang tenang: saya suka membaca novel dan menikmati waktu dengan cerita-cerita fiksi, sesuai dengan nama saya. Saya adalah orang yang mudah percaya dan sering melihat sisi baik dari orang lain, kadang terlalu cepat menilai mereka sebagai orang baik. Tapi dari situ saya banyak belajar tentang kehidupan dan karakter manusia.
Saya adalah gabungan antara semangat bisnis, kepribadian hangat, dan rasa ingin tahu yang besar. Saya percaya bahwa menjadi diri sendiri dengan terus belajar dan berkembang adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang saya impikan
Sejak duduk di bangku SMP, aku sudah mulai berjualan. Target pasarku saat itu adalah teman-teman sekolahku sendiri. Aku menjual berbagai keperluan pribadi yang mereka butuhkan—mulai dari tas, sepatu, baju, jam tangan, kacamata, topi, tali pinggang, kaos kaki, hingga casing HP dengan berbagai macam model. Bisa dibilang, barang yang aku jual cukup beragam.
Cara aku berjualan pun cukup sederhana namun efektif. Aku menggunakan WhatsApp sebagai media untuk menawarkan barang-barangku. Sistem yang aku gunakan adalah Open PO (Pre Order), di mana aku akan memesan barang terlebih dahulu dari e-commerce, lalu setelah barang sampai, baru aku serahkan kepada pembeli. Sistem ini aku jalani dengan konsisten sejak SMP.
Berjualan bukan hanya kegiatan sambilan bagiku, tapi sudah menjadi bagian dari hidupku. Aku menikmati setiap prosesnya—dari mencari barang yang sedang tren, menawarkan ke teman-teman, mencatat pesanan, hingga melihat senyuman mereka saat barang yang mereka tunggu tiba.
Aku bangga pada diriku sendiri karena sejak SMP aku sudah bisa memenuhi berbagai kebutuhanku, termasuk kebutuhan sekolah, dari hasil jerih payahku sendiri secara online. Semua itu aku lakukan tanpa menyusahkan kedua orang tuaku. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, dan justru karena itu aku semakin termotivasi untuk mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya kepada mereka.
Walaupun aku adalah anak bungsu dalam keluargaku, aku tidak ingin menjadi beban. Aku ingin membuat kedua orang tuaku bangga, dan suatu hari nanti bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka. Ini adalah bentuk terima kasihku atas perjuangan dan kasih sayang yang mereka berikan sejak aku kecil.
Impian terbesarku adalah memiliki sebuah toko sendiri. Aku tidak mendambakan toko yang mewah, cukup sebuah tempat sederhana yang bisa menjadi wadah untuk aku terus berkembang dalam dunia jual-beli ini. Sebuah tempat yang menjadi bukti dari mimpi yang aku tanam sejak SMP—mimpi untuk memiliki toko sendiri dan menjadi pengusaha mandiri.
Dibalik diri ku yang seperti ini ada kedua orangtua ku yang selalu mendukung serta senantiasa mendoakan ku hingga aku bisa bertahan sampai aku bisa semandiri yang sekarang,tanpa mereka aku bukan apa-apaa